Kamis, 26 Agustus 2010

tips merawat batre phonsel

  1. Dalam kondisi baru, tidak perlu dilakukan conditioning karena baterai lithium baru akan berada pada kondisi full charge-capacity. Baterai siap dipakai dan diisi ulang hingga penuh.
  2. Baterai harus digunakan secara konstan, tidak boleh berada dalam kondisi tercolok ke adaptor AC lebih dari 1 bulan karena cell baterai harus terus mengalir. Jika terbiasa mencolokkan adapter dikala kerja, paling tidak 1 bulan sekali dikosongkan dan diisi ulang hingga penuh untuk kalibrasi.
  3. Setiap dipakai dalam kondisi penuh (100%) hingga kosong (%0-1%) akan dihitung sebagai 1 cycle. Hitungan cycle ini digunakan untuk memonitor berapa kali baterai dikonsumsi. Dengan ini bisa dideteksi apakah baterai memang rusak karena habis dipakai/sering, ataukah karena defect dari pabrik.
  4. Setiap pemakaian baterai karena konsumsi, pasti ada sel-sel baterai yang mati. Semakin sering baterai dipakai, semakin akan cepat habis kemampuannya menyimpan listrik. Kemampuan menyimpan ini ditentukan dalam “Full Charce Capacity” yang akan mengalami penurunan sepanjang waktu. Adapun kecepatan turunnya, tergantung dari perlakuan dalam menggunakannya.
  5. Baterai memiliki sirkuit yang dapat memperkirakan waktu penggunaan baterai. Keakuratan sirkuit ini akan berkurang jika baterai sering tercolok atau colok-cabut pada kisaran bukan kapasitas penuh maupun kosong. Keakuratan bisa dikalibrasi dengan cara mengosongkan dan mengisi ulang sampai penuh.
Informasi tentang sisa kapasitas, cycle, dan kondisi baterai hanya dapat dimonitor di komputer karena ada software khusus untuk memonitor itu. Saya sendiri menggunakan coconutBattery. Banyaknya cycle yang dimiliki baterai bervariasi, ada yang 200an sudah rusak. Ada juga yang mampu hingga 1000 cycle.
Sepengalaman saya, baterai laptop itu paling baik digunakan dengan cara terus tercolok ke listrik dengan tujuan mengurangi cycle count dan penggunaan cell. Diharapkan dengan cara itu akan mengurangi tingkat kematian cell. Saya beri jadwal di reminder setiap bulan dilakukan kalibrasi satu kali discharge sampe laptop mati sendiri, lalu diisi full charge hingga 100% lagi agar informasi perkiraan penggunaan tetap akurat.
Satu tips lagi, jika kondisi Full Charge Capacity berkurang bukan berarti kehilangan setiap mAh dikarenakan cell yang mati, tapi ada juga yang “mati suri”. Ketika baterai dalam kondisi 100% charged dan kita gunakan (tanpa tercolok), nanti setelah dipakai beberapa waktu dan turun pada kisaran 55-80 persen biasanya ada kenaikan Full Charge Capacity. Nah, saat terjadi kenaikan pada posisi tertinggi biasanya saya langsung colokkan listrik dari adaptor hingga 100%.
Cara tersebut akan menjadikan kondisi Full Charge Capacity yang telah naik itu terbawa ke 100% charged. Sehingga, kondisi real Full Charge Capacity baterai telah naik beberapa mAh. Terus lakukan itu secara berulang dan kondisi baterai akan kembali sehat dan mencapai puncak kapasitas simpannya.
Untuk saya, cara ini berhasil. Cara ini juga saya terapkan di HP saya, meski sayang sekali tidak ada software khusus monitoring baterai HP.
Jadi, yang perlu kita lakukan adalah mengawal baterai agar  kapasitas daya simpan listriknya turun selambat mungkin. Dengan perlakuan yang tepat, baterai akan lebih lama masa pakainya.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

test comment

Posting Komentar

 
Free Web Hosting | Top Hosting